Ads

Sunday, 26 October 2014

Gambar Anak SD

Udah berapa lama nih ya gue ga nulis panjang lebar di blog ini. Entah kenapa gue jadi males nulis di blog kalo tiap kali nulis ga langsung di upload tulisannya.
Jadi kali ini mau nulis tentang apa ya?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Nostalgia!
Gambar!

Yaa kali ini gue bahas tentang gambar, tepatnya gambar dalam pelajaran KERTAKES. Ada yang masih inget sama KERTAKES? KTK pendeknya? Inget? Itu loh Kerajinan Tangan dan Kesenian. Jujur ya gue juga sekarang merasa asing sama nama Kertakes atau KTK, kalo pelajaran kesenian gini lebih akrab gue dengernya Seni Budaya.

Ok, yang akan gue bahas kali ini tentang pelajaran KTK tepatnya gambar waktu gue masih SD. Apa aja sih yang gue gambar waktu gue masih SD? Dan berapakah ponten alias nilai yang gue dapetin?

Waktu SD gue paling sering gambar "Sebuah Rumah" dan "Pemandangan" alias gunung. Dan untuk gambar - gambar ini gue dapet nilai lumayan tinggi, pokoknya selalu diatas 80 deh. Sementara temen-temen gue yang gambarnya lebih beragam malah dapet nilai dibawah 70 bahkan dibawah 65. Menurut gue gambar temen-temen gue sih lumayan, emm tepatnya objek gambar mereka yang lumayan. Misalnya gambar sebuah rumah, beberapa pohon, bunga, bangku di taman, tanaman di taman, pokoknya rame deh gambarnya. Nih gue bikin ilustrasi gambar gue vs temen-temen gue yang nemuin objek gambar lebih banyak.

rumah
gambar versi gue

gambar versi temen
Liat kan gambar yang dulu biasa gue gambar cuma gitu doang tapi dapetnya nilai tinggi. Padahal jujur aja, gue pun pengennya gambar lebih banyak dan bukan gambar itu itu lagi tapi karna gue pernah beberapa kali gambar banyak dan ukurannya kecil terus gue dikasih nilai jelek dan semenjak itulah gue sadar bahwa guru gue apapun gambarnya ga suka gambar yang kecil-kecil. Jadi kalo ada tugas gambar gue selalu gambarnya dalam ukuran gede dan ga banyak objeknya. Lagian gambar kecil - kecil dengan objek yang banyak itu menyita waktu.

Untung itu cuma di SD ya, karna selepas gue SD, di SMP gue mulai belajar beraneka macam bentuk dengan memperhatikan komposisi gambar. Mulai dari bikin garis-garis dengan perhitungan, keseimbangan gambar (jadi letak objek mesti tepat), motif batik, nirmana. Eh btw, waktu gue SD juga pas kelas 4 ada lumayan banyak objek yang harus di gambar, mulai dari gambar tumbuhan, buah, binatang, manusia, kendi dll oia tapi ini di gambarnya di satu halaman buku gambar. Jadi ya mau gamau objek gambarnya dibikin gede. Masa iya buku gambarnya lebar tapi gambarnya kecil eh tapi tetep aja ada temen gue yang gambarnya kecil. Walau waktu kelas 4 gurunya nyuruh gambar ini itu tetep aja di kelas selanjutnya kalo disuruh gambar bakal gambar pemandangan gunung sama sebuah rumah lagi.

Wednesday, 22 October 2014

2014

Tahun 2014 udah mau berakhir, ga kerasa. Tahun ini ... penuh cerita.

lampu minyak lampu tempel

Sunday, 28 September 2014

Paradoks Nilai : Berlian vs Air

Paradoks Nilai

Sebelum teori nilai guna dikembangkan, ahli - ahli ekonomi menghadapi kesulitan di dalam menerangkan perbedaan yang menyolok di antara harga air dan harga berlian. Air merupakan barang yang sangat berharga kepada manusia tetapi harganya sangat murah. Sedangkan berlian bukanlah benda yang sangat penting dalam kehidupan sehari - hari tetapi harganya jauh lebih mahal dari harga air.

Apakah yang menyebabkan keadaan yang aneh itu? Yaitu harga mengapakah harga barang yang vital tersebut sangat murah sedangkan barang yang tidak terlalu banyak gunanya sangat mahal? Terdapat dua alasan yang dapat digunakan untuk menerangkan keadaan tersebut. Yang pertama adalah alasan yang sudah lama disadari oleh ahli - ahli ekonomi, yaitu perbedaan dalam biaya produksi. Air merupakan benda yang mudah didapat di berbagai tempat sehingga untuk memperolehnya tidak diperlukan biaya yang terlalu besar. Tetapi tidak demikian halnya dengan berlian sebab ia merupakan barang yang sangat sukar untuk diperoleh dan biaya untuk memproduksinya sangat tinggi.

Alasan di atas tidak lengkap dan tidaklah sepenuhnya benar. Bukan berlian saja yang  biaya untuk memperolehnya tinggi. Demikian juga batu dari bulan, misalnya, bukanlah suatu benda yang mudah diperoleh dan biaya untuk memperolehnya sangat mahal. Akan tetapi, sekiranya batu bulan tersedia di pasar, rasanya harganya tidak akan semahal berlian dan mungkin sekali tidak lebih mahal dari harga air. Maka alasan bahwa harganya sangat langka dan biaya produksinya sangat mahal merupakan jawaban yang belum memuaskan untuk menerangkan perbedaan harga yang sangat menyolok di antara air dan berlian.

Teori nilai guna memberikan penjelasan yang lebih tepat mengenai sebabnya terdapat perbedaan yang sangat nyata antara harga air dan berlian. Perbedaan tersebut disebabkan oleh nilai guna marjinal mereka yang sangat berbeda. Oleh karena air sangat mudah diperoleh maka orang akan mengkonsumsi air sehingga pada tingkat di mana nilai guna marjinal air sangat murah. Nilai guna marjinal air adalah begitu rendahnya sehingga orang baru mau menggunakan lebih banyak air apabila harganya sangat rendah sekali. Nilai guna marjinallah yang menentukan apakah suatu barang itu mempunyai harga yang tinggi atau rendah.

Sukirno, Sadono. 2013. Mikroekonomi Teori Pengantar. Edisi 3. hlm 161-162.  Jakarta: Rajawali Pers.

Monday, 15 September 2014

September 2014

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.....
Sekarang modemnya rusak, udah dari awal Agustus sih. Sekarang jadi ga bisa sering - sering online, itu artinya gue ga bisa sering-sering nulis di blog ini. Modem rusak, netbook juga rusak, waktu masih liburan sih ga masalah karna jarang kepake tapi kalo udah masuk gini kan jadi jadi ribet. huhu....