Ads

Sunday, 29 October 2017

Someone

Entah kenapa kamu begitu sulit untuk aku abaikan...
Terlalu membekas dalam hidupku, sebagai orang yang pernah ku sukai, ku kagumi, ku cintai (?). Ah yang terakhir itu aku tak begitu mengerti. Ingin selalu memberi untukmu, ingin selalu mengetahui kabarmu -darimu atau bukan-.

Andai...
Andai kamu datang lebih awal,
Semua tak akan serumit ini.

Sekarang aku telah bersama orang lain. Tapi dirimu tetap membayangiku. Porsimu dalam hidupku, dalam memoriku tetap saja ada. Pernah ku coba untuk menghilangkannya, namun tak pernah berhasil. Ah ini pasti karena aku pernah terlalu mengharapkanmu.

Kamu jadi kenangan manis untukku. Selalu menginspirasiku, kata orang aku jadi kreatif. Ah entahlah, memang ada saja yang ingin aku buat untukmu.

Apapun yang kamu lakukan, selalu terlihat yang terbaik di mataku. Kamu selalu hebat! Ah apakah aku terlalu mendambamu?

Bagaimana bisa tetap memiliki rasa kendati kala itu kamu memilih yang lain? Setelah aku, aku berusaha menetralkan perasaanku. Ku doakan yang terbaik bagimu, kelak bila itu jodohmu semoga langgeng, terima kasih atas waktunya selama ini, terima kasih telah mengisi hari-hariku. Hm lumayan sakit rasanya. Tapi itulah kenyataannya. Aku harus bangun, bangun dari mimpiku dari khayalanku. Ok semoga berbahagia, aku tak akan mengganggumu.


Selang berapa lama, ada chat darimu. Saling  bertukar kabar. Membuatku kembali tersenyum. Harus ku netralkan perasaanku. Tetap membuatku bahagia walau hanya saling bertukar kabar dan hanya itu saja, benar-benar hanya itu. Aku tau, aku tak akan mengganggu hubunganmu.


Sudah berapa tahun berlalu, namun dirimu tetap ada dalam hidupku. Maafkan aku. Kamu tetap tersimpan rapi, rasa-rasanya selamanya akan ku jaga. Aku tak berharap banyak kita akan berjodoh. Terlalu tinggi harapanku itu. Kelak kamu harus berbahagia, mendapatkan jodoh yang bisa mengimbangimu. Aku turut bahagia bila kamu bahagia, walau bahagiamu bukan denganku.

Doakan aku, semoga akupun bisa sebahagia kamu dalam menemukan pasangan nantinya.




Masa depan itu akan seperti apa?

Tentang Pemberian dan Kehadiran.

Apapun, seberapa banyak pun, rasanya tidak akan seberharga dengan datangnya pemberian beserta empunya. Padahal dulu gue paling ga suka kalo cuma dikasih barangnya aja tanpa si pemberi barang ikut datang. Kehadiran seseorang jadi nilai plus, walau sebenernya gue sangat menghargai tiap pemberian mereka.

Tapi lantas kenapa sekarang gue malah cuma ngasih tanpa hadir? Uh rasanya kaya ga dianggap. Ini yang dulu gue rasain. Barang semahal sebagus apapun kalo orang yang ngasihnya ga datang itu seakan hambar. Nah mungkin sekarang itu yang dirasain orang-orang terhadap gue. So sorry :(

Atasnama kesibukan aku jadi tak punya waktu. Uh kehidupan orang dewasa seperti ini kah?
Anak-anak akan sangat membenci orang dewasa sepertiku.
Akhirnya bisa masuk lagi ke sini!