Ads

Monday, 17 December 2018

Waduh, Ternyata Aku Galau Juga Tentang Jodoh

Seiring bertambahnya usia, rasa takut dan kebimbanganku semakin banyak. Uh makin banyak yang aku pikirkan.

Masa depanku nanti seperti apa ya?
5 dari sekarang akan bagaimana ya?
Akankah aku nanti sudah bersuami, beranak, ekonomi stabil, punya rumah?
Semoga yang terjadi nanti adalah yang terbaik untukku.

Juga...
5 tahun dari sekarang kehidupanmu akan seperti apa ya?
Akankah kamu nanti sudah beristri, memiliki anak?
Semoga yang terjadi nantinya adalah yang terbaik untukmu.

Mungkin ga sih kita tuh berjodoh? Mungkin ga nantinya aku yang bakal hidup sama kamu?
Mungkinkah mungkin?

Targetmu menikah katanya usia 27 ya?
Kita seumuran berarti nanti di usia itu.
Bagaimana ya kehidupan aku dan kamu saat datang usia itu?
Semoga yang terbaik untuk kita.

Bila tidak jodoh, aku harus ikhlas.
Jodoh itu kan ga ada yang tau.
Ya, tentang jodoh, rezeki, dan kematian itu tidak ada manusia yang mengetahuinya kan?

Wednesday, 12 December 2018

Izzi Pocket Eau de Cologne Sweet Kisses

Pulang kerja mampir ke minimarket, eh ga sengaja ngeliat ada yang beda di jajaran minyak wangi. Jadi penasaran. Untuk minyak wangi kategori cologne biasanya jarang yang pake kemasan kardus. Bentuknya persegi panjang, tentu lebih tipis dibanding cologne yang pake botol ya.
Izzi Pocket Eau de Cologne

Ohhh dari Izzi toh. Dulu saya pernah pake cologne ini. Kalau dikumpulkan bisa dapat 2 kardus seukuran  mie instan. Iya sampe sebanyak itu karena sangat suka. Berhubung dulu tuh sering diskon di minimarket jadi rajin belinya. Dulu tuh harganya sekitar Rp8.900-an sampe Rp10.000-an. Sayang wanginya cepet ngilang. Abis mandi aku semprot, mau berangkat aku semprot lagi, sampe tujuan aku semprot lagi, waktu istirahat juga semprot lagi, mau pulang juga semprot lagi dong. Kayanya malah lebih banyak dari 2 kardus mie instan deh kalo aku sesering itu nyemprot cologne-nya.
Sekarang sih aku ga pake Izzi lagi. Nanti aku ceritain sendiri minyak wangi yang aku pake sekarang.

Lanjut ke cologne bentuk baru dari Izzi ini.
Nama produknya adalah Izzi Pocket Eau De Cologne. Dengan slogan : "Smell Great, Anytime, Anywhere", tercium harum, kapanpun, dimanapun.
Dengan isi sebanyak 18ml ini diklaim bisa untuk 250x semprotan. Wah apa bener ya klaimnya?

Oh ya varian yang aku beli ini yang Sweet Kisses. Wanginya manis, cukup kuat manisnya di hidungku. Buat yang suka manis bakal cocok nih kayanya sama wanginya. Kalo aku lebih suka yang cenderung seger karena aku lagi gampang keringetan, sering di luar ruangan, jadi aku lagi butuh yang wanginya seger gitu.

Lanjut lagi ke produk ini, aku belum bisa membuktikan ya ini bisa sampe 250x sprays atau engga soalnya pasti aku lupa udah semprotan ke berapa.

Izzi ini bagian dari produk-produk Unza Vitalis yang diproduksi dan diedarkan oleh PT. Unza Vitalis Jl. Soekarno Hatta KM 5.5, Salatiga, Indonesia.
Bahan-bahan cologne ini terdiri dari Ethanol, Water, Fragrance, Propylene Glysol, PPG-20 Methyl Glucose Ether, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil.

Tanggal kadaluarsa bisa dilihat pada bagian belakang produk dan kemasan produk.

Oh yaa... Aku beli ini seharga Rp8.900 di mini market dan ini karna sedang promo ya. Kalo harga normalnya tadi aku liat Rp10.000.

Sekian ulasanku tentang Izzi Pocket Eau De Cologne ini.

Friday, 30 November 2018

Ciplukan, Mengapa Engkau Berbeda?

Kemarin nyobain buah ciplukan nih di sebuah supermarket. Warnanya kuning cantik banget, kayanya bakal manis banget rasanya. Ukurannya juga lebih gede dari ciplukan yang biasa aku makan. Harganya lumayan mahal menurutku. Hehe.

Tergoda dengan warna ciplukan.
Penasaran aku beli deh, mumpung lagi promo beli 1 gratis 1. Ekspektasiku udah tinggi banget mengenai rasa buah ini. Aku kira bakal manis banget. Pas aku coba eh ternyata kebalikannya, ga ada manis-manisnya. Beda banget sama ciplukan yang biasa aku makan. Iya sih dari fisiknya aja memang udah beda, eh ternyata rasanya juga beda.

Aku perhatiin lagi kemasannya, ada tulisan 'Morel Berry' terus aku Google deh. Nama binominalnya P. angulata L. Iya sih sama aja ciplukan juga. Tapi kok beda ya. Kaya bukan ciplukan yang aku kenal. Terus ciplukan yang aku kenal itu apa nama binominalnya? Aku Google lagi ternyata nama binominal ciplukan yang aku kenal itu Physalis minima L.

Eh tapi kok masih ada Physalis peruviana L. Wah aku jadi bingung, ini morel berry masuknya yang mana. Banyak tanaman dari genus Physalis ini mirip-mirip.

Wednesday, 17 October 2018

Pernikahan

Bagaimana sih cara pandang saya terhadap pernikahan?

Pernikahan menurut saya adalah komitmen antara sepasang yang disahkan negara, agama, dan adat dengan tujuan tidak ada pihak yang dirugikan, setidaknya untuk meminimalisir kerugian. Seorang suami mempunyai hak dan kewajiban, begitu pula seorang istri juga mempunyai hak dan kewajiban.

Dalam pernikahan tidak semua akan berjalan lancar tapi yang saya cari adalah orang yang sama-sama berkomitmen seperti saya. Teman hidup. Teman hidup sampai ajal menjemput.
Sekesal-kesalnya, sesusah-susahnya, atauu sebahagia-bahagianya hidup saya, pasangan adalah orang yang akan mendampingi saya, begitu saya adalah orang yang akan mendampingi pasangan saya.

Ada kah yang seperti itu?
Sanggupkah saya mendampingi pasangan di saat susah maupun senang? Selalu saya semogakan.

Apa yang terberat dalam pernikahan?
Rasa bosan. Makanya saya ga cukup hanya dengan cinta, tapi saya perlu komitmen. Sebosan-bosannya kami, kami adalah pasangan dan kami sudah berkomitmen untuk bersama.

Ekonomi. Banyak perceraian terjadi karena alasan ini. How if kehidupan setelah nikah ternyata ga seindah seperti sebelum menikah? Tiba-tiba pasangan kena PHK, sementara setelah menikah pasangan menyuruh saya untuk di rumah saja tidak perlu bekerja. Sewa kontrakan tiap bulannya, uang makan tiap harinya, listrik perbulannya, bagaimana cara membayarnya sementara tidak ada yang bekerja. Pasangan pusing stres tidak punya uang, yang disuruh ga usah kerja juga sama aja pusing, stres. Akibatnya jadi sering cekcok.

How if pasangan kerja dan nyuruh saya di rumah aja ga perlu kerja, eh gajinya dia ga cukup buat bayar kontrakan, makan, dan listrik. Pusing juga kan. Cekcok? Pasti.

How if pasangan ga kerja dan saya yang bekerja. Semua biaya ini itu tercukupi tapi waktu dengan pasangan jadi kurang. Cekcok? Lagi - lagi cekcok.

Nah makanya sebelum nikah bicarain semua hal ga enak dulu. Biar pas udah terjadi nanti udah ada persiapan. Apalagi urusan ekonomi gini. Jangan sungkan untuk dibahas. Kalo mau dua-duanya kerja juga harus dibicarakan dulu. Saling nego jadwal libur misalkan biar ada quality time dan berkomitmen dengan hasil negoan itu. Teorinya gampang, prakteknya yang susah.

Kalo di tv, di sinetron tepatnya, ada sebuah keluarga, suami dengan gaji pas-pasan, istri hanya di rumah, anak pertama masih sekolah, anak kedua masih balita, rumah ngontrak. Hidup bahagia, tanpa cekcok.

Iya itu di tv aja. Di kehidupan nyata belum pernah saya temui.

Yang saya temui istri menggerutu karna penghasilan suami kurang, jadi istri harus cari uang tambahan untuk menghidupi anak, menambah bayar kontrakan, sementara suami melarang istri bekerja. Hasilnya? Cekcok.

Untuk kebutuhan primer saja tidak terpenuhi. Padahal itu kebutuhan utama manusia.

Hmm mulai deh saya ga nyambung.
Intinya urusan duit jangan pernah malu-malu buat dibicarain sama pasangan sebelum ke jenjang pernikahan.